tegel soeryo OKI kecam peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat
时间:2026-04-04 16:04:26 出处:politik阅读(143)
Jeddah (ANTARA) - Sekretariat Jenderal (Setjen) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras berlanjutnya kejahatan berupa pembunuhan,tegel soeryo hasutan, perluasan permukiman, serta terorisme terorganisasi yang dilakukan oleh kelompok pemukim ekstremis di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel.
Tindakan yang kian sering dilakukan saat-saat ini tersebut, menyebabkan sejumlah warga Palestina tewas dan lainnya terluka di beberapa desa di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Setjen OKI menegaskan bahwa kejahatan keji itu merupakan kelanjutan dari kejahatan sistematis yang dilakukan oleh pendudukan Israel, yang didasarkan pada kebijakan pengusiran, aneksasi, dan pembangunan permukiman, serta upaya untuk memaksakan apa yang disebut kedaulatan Israel atas wilayah pendudukan Palestina.
Tindakan itu dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi-resolusi legitimasi internasional.
Setjen OKI kembali menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera turun tangan guna menghentikan seluruh kejahatan dan pelanggaran yang terus berlangsung di wilayah Palestina, serta memberlakukan sanksi yang jelas dan tegas terhadap proyek permukiman kolonial Israel.
Sumber: WAFA-OANA
Baca juga: Hamas kutuk pembakaran masjid di Tepi Barat oleh pemukim Israel
Baca juga: Pemukim ilegal Israel bakar rumah dan kendaraan warga di Tepi Barat
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
猜你喜欢
- Pelatih Bali United: Kemenangan atas Arema angkat percaya diri pemain
- Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija
- Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
- PSIM waspadai motivasi tinggi Semen Padang
- Pelatih Persib: Laga lawan Persebaya akan berlangsung sengit
- Bhayangkara FC petik empat kemenangan beruntun
- Persijap vs Persis berakhir imbang tanpa gol
- Prabowo pastikan ketersediaan pangan aman di tengah krisis global
- Persija tegaskan tak ada niat diskriminatif terhadap Borneo